KH Anang Azharie Apresiasi Kapolri Suyudi, Tekankan Pentingnya Amanah dan Integritas
- Redaksi
- Sabtu, 17 Oktober 2026 22:16
- 42 Lihat
- Polri
JAKARTA, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Mizan Banten Indonesia, Dr. KH. Anang Azharie Alie, M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Ia menilai jabatan Kapolri merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan kompetensi, integritas, dan keadilan demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (17/10/2026), KH. Anang menjelaskan bahwa prinsip kepemimpinan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa ayat 58, yang memerintahkan agar amanah diserahkan kepada pihak yang berhak menerimanya dan hukum ditegakkan secara adil.
“Jabatan bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun di hadapan Allah SWT. Karena itu, amanah harus dipegang oleh orang yang tepat dan dijalankan dengan penuh integritas,” ujar KH. Anang.
Menurutnya, kepemimpinan institusi strategis seperti Polri membutuhkan perpaduan antara kemampuan profesional, kejujuran, keberanian moral, dan kecakapan mengelola organisasi. Seorang pemimpin juga harus mampu memastikan bahwa kewenangan yang dimiliki digunakan untuk memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa keadilan kepada masyarakat.
KH. Anang menambahkan, apresiasi terhadap kepemimpinan Kapolri hendaknya menjadi bagian dari dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan penegakan hukum. Ia berharap Polri senantiasa menjalankan tugas secara profesional, humanis, serta konsisten menegakkan hukum tanpa membedakan latar belakang maupun kedudukan seseorang.
“Kompetensi harus berjalan bersama keadilan. Pemimpin tidak harus sempurna, tetapi harus memiliki orientasi yang benar, cakap dalam bertindak, adil dalam mengambil keputusan, dan terbuka terhadap evaluasi,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kelayakan seorang pemimpin perlu dilihat dari rekam jejak, integritas, kemampuan nyata, serta komitmennya terhadap kepentingan umum. Dalam menjalankan amanah, kesediaan menerima kritik dan memperbaiki kekurangan merupakan bagian penting dari tanggung jawab kepemimpinan.
Prinsip tersebut, lanjutnya, sejalan dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari mengenai peringatan ketika suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya. Hadis tersebut menjadi pengingat bahwa ketepatan dalam memberikan amanah berpengaruh terhadap keberhasilan sebuah organisasi dan kemaslahatan masyarakat.
“Ukuran keberhasilan jabatan bukan sekadar tingginya kedudukan, melainkan manfaat yang diberikan kepada masyarakat dan seberapa adil amanah itu ditunaikan,” tuturnya.
KH. Anang berharap kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto senantiasa berpedoman pada nilai amanah, integritas, dan keadilan dalam memimpin institusi Polri. Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan secara proporsional, sekaligus menyampaikan kritik yang konstruktif demi perbaikan bersama.
“Pada akhirnya, amanah bukan sekadar kehormatan untuk diterima, melainkan tanggung jawab untuk ditunaikan. Semoga setiap pemegang amanah diberikan kebijaksanaan dan keteguhan untuk menjalankan tugas demi kepentingan bangsa dan negara,” pungkasnya.