Sambut HUT ke-81 RI, Warga Kalibaru Gelar Festival dan Bazar UMKM

  • Redaksi
  • Selasa, 01 September 2026 12:10
  • 79 Lihat
  • Nasional

JAKARTA,  Semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di kawasan Kalibaru, Jakarta Utara. Warga menggelar Festival Kalibaru yang dirangkaikan dengan bazar UMKM di Plaza Kalibaru pada Minggu (30/8/2026) hingga Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan berbagai potensi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Festival ini turut dihadiri Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat bersama jajaran Forkopimko Jakarta Utara, Anggota DPR RI H. Nurwayah, Ketua RW 07 Kalibaru Caharudin, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta warga setempat.

Kehadiran pemerintah dan tokoh masyarakat menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan berbasis masyarakat sekaligus mendorong pengembangan potensi ekonomi warga di kawasan pesisir.

Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat mengapresiasi antusiasme masyarakat Kalibaru yang secara bersama-sama menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurut Hendra, kegiatan yang digagas masyarakat seperti Festival Kalibaru dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memberikan ruang kepada pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.

Sementara itu, Anggota DPR RI H. Nurwayah turut mengapresiasi produk makanan yang ditampilkan dalam bazar.

"Bazar UMKM, makanannya enak semuanya," ujar Nurwayah.

Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya memeriahkan momentum HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan usaha dan memperkenalkan produk lokal.

Bukan Sekadar Festival

Di balik kemeriahan Festival Kalibaru, persoalan kebersihan pascakegiatan turut menjadi perhatian.

Sejumlah sampah yang tertinggal di sekitar lokasi menjadi catatan yang perlu dievaluasi. Ketua RW 07 Kalibaru, Caharudin, mengakui bahwa aspek kebersihan harus menjadi perhatian dalam setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Namun, ia berharap persoalan tersebut tidak membuat kerja keras warga selama persiapan dan pelaksanaan festival terabaikan.

"Jangan hanya lihat sampahnya, lihat juga semangat warganya," kata Caharudin.

Menurut Caharudin, Festival Kalibaru tidak hanya menghadirkan hiburan. Beragam kegiatan turut digelar, mulai dari karnaval budaya, parade perahu nelayan, bazar UMKM dan hasil laut, senam sehat, aerobik dan zumba, fashion show pelajar SD, lomba mewarnai pelajar PAUD, parade band pelajar, tarik tambang, balap karung, lomba bakar ikan 81 warga, hingga talenta dan pembagian doorprize.
Kegiatan juga dimeriahkan dengan seni budaya potensi wilayah, penampilan TNT Band, serta orkes Melayu bernuansa pesisir.

Caharudin menuturkan, rangkaian kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja keras panitia dan warga yang telah melakukan persiapan jauh sebelum acara berlangsung.

"Ada panitia yang bekerja berhari-hari, bahkan jauh sebelum acara dimulai. Ada tenaga, pikiran, waktu, dan pengorbanan yang diberikan tanpa lelah demi menghadirkan sebuah perayaan untuk masyarakat," tuturnya.

Ia menyebut keterlibatan masyarakat terlihat dalam berbagai aspek, mulai dari gotong royong, partisipasi nelayan dalam parade perahu, kreativitas anak-anak dan generasi muda, hingga keikutsertaan pelaku UMKM.

Menurutnya, festival tersebut menjadi momentum bagi masyarakat pesisir untuk menunjukkan potensi wilayah sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Kritik Jadi Bahan Evaluasi

Caharudin menilai kritik terhadap pelaksanaan kegiatan merupakan hal yang wajar. Namun, kritik tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan berikutnya.

"Kalau ada yang kurang, mari kita evaluasi. Kalau ada yang salah, mari kita perbaiki. Tetapi jangan hapus seluruh cerita perjuangan hanya karena kita melihat satu kekurangan," tegasnya.

Ia menambahkan, evaluasi diperlukan agar pelaksanaan Festival Kalibaru ke depan dapat berlangsung lebih tertib, meriah, sekaligus memperhatikan aspek kebersihan.

"Kritik boleh. Evaluasi wajib. Tetapi apresiasi terhadap kerja keras dan kebersamaan warga juga jangan dilupakan," ujarnya.

Caharudin berharap pengalaman penyelenggaraan tahun ini dapat menjadi pembelajaran bersama. Festival Kalibaru berikutnya diharapkan tidak hanya semakin meriah, tetapi juga memiliki pengelolaan kegiatan dan kebersihan yang lebih baik.

"Tugas kita adalah belajar bagaimana membuat Festival Kalibaru berikutnya lebih meriah, lebih tertib, dan tentunya lebih bersih," katanya.

Ia menegaskan, kekuatan utama Festival Kalibaru bukan semata-mata pada rangkaian acara yang digelar, melainkan pada kebersamaan masyarakat yang terlibat di dalamnya.

"Karena Kalibaru bukan hanya tempat kita tinggal. Kalibaru adalah rumah kita bersama," pungkas Caharudin.

 

Ai Sumanta

Kelurahan Kalibaru# Kecamatan Cilincing# Pemkot Jakarta Utara# Seputar Jakut. Com#Media Budaya Indonesia. Com

Komentar

0 Komentar