Alexander Silas Ick: Dari Timur untuk Indonesia, Rawat Kebersamaan dan Jaga Persatuan

  • Redaksi
  • Rabu, 23 September 2026 23:33
  • 188 Lihat
  • Nasional

JAKARTA,  Alexander Silas Ick mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus merawat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman Indonesia.

Menurut Alexander, perbedaan suku, agama, adat, dan budaya bukan alasan untuk saling menjauh. Justru, keberagaman merupakan kekuatan yang harus dirawat melalui persaudaraan, toleransi, saling menghormati, dan gotong royong.

“Indonesia dibangun dari keberagaman. Karena itu, persatuan harus terus kita jaga dengan merawat kebersamaan dan menghargai setiap perbedaan. Jangan mudah terprovokasi oleh narasi yang memecah belah bangsa, menimbulkan kebencian, ataupun mempertentangkan kelompok,” ujar Alexander pada Rabu (23/9/2026).

Ia menilai perkembangan media sosial membuat informasi, ajakan, maupun berbagai narasi menyebar begitu cepat. Konten provokatif yang mempertajam perbedaan berpotensi memicu emosi kelompok hingga menimbulkan gesekan di tengah masyarakat.

Alexander meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai informasi yang beredar di media sosial.

“Kita perlu melihat sumbernya, memeriksa kebenaran informasi, memahami konteks dan tujuannya, serta mempertimbangkan dampaknya. Jangan sampai masyarakat justru ikut menyebarkan informasi yang memperbesar ketegangan dan berujung konflik,” tegasnya.

Ia juga menyinggung narasi seperti “September Hitam” yang menurutnya perlu disikapi secara kritis agar tidak berkembang menjadi narasi kebencian atau pemecah persaudaraan.

Menurut Alexander, perbedaan pandangan dan penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokratis masyarakat. Namun, aspirasi harus disampaikan secara damai dan bertanggung jawab, tanpa provokasi maupun kekerasan.

Ia menilai Papua memiliki banyak kearifan lokal yang mengajarkan pentingnya hidup bersama dalam keberagaman. Nilai persaudaraan, gotong royong, musyawarah, dan saling menghormati perlu terus diwariskan kepada generasi muda.

Khusus kepada anak muda, Alexander berpesan agar tidak mudah terprovokasi narasi negatif.Generasi muda harus kritis dalam menyaring informasi dan menggunakan media sosial untuk menyebarkan gagasan, kreativitas, prestasi, serta pesan-pesan yang membangun.

“Belajarlah setinggi mungkin, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kembangkan kreativitas dan keterampilan, tetapi jangan pernah meninggalkan budaya dan jati diri. Jadilah generasi yang menyatukan, membawa gagasan positif, dan menghasilkan karya nyata bagi masyarakat,” katanya.

Alexander juga mendorong generasi muda mengambil peran dalam pembangunan melalui pendidikan, kewirausahaan, ekonomi kreatif, teknologi, kebudayaan, olahraga, hingga kegiatan sosial.

“Dari Timur untuk Indonesia, mari kita terus merawat persaudaraan. Jadikan keberagaman sebagai kekuatan, budaya sebagai jati diri, pendidikan sebagai bekal, serta persatuan sebagai fondasi untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” pungkas Alexander.

 

Ricci Kapoor

Alexander Silas# Media Budaya Indonesia. Com# Infopesisirnews. Id

Komentar

0 Komentar