Usai Pidato RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di DPR, Prabowo Sapa Puluhan Ribu Massa di Gerbang Pemuda

  • Redaksi
  • Jumat, 14 Agustus 2026 22:20
  • 30 Lihat
  • Nasional

Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menyapa puluhan ribu massa pendukung yang menggelar aksi damai “Jaga dan Bela Prabowo” di sepanjang Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat, Jumat (14/8). Momen tersebut berlangsung setelah Prabowo menyampaikan pidato mengenai Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027 dan Nota Keuangan di Gedung DPR RI.

Massa telah memadati kawasan Gerbang Pemuda sejak pagi. Mereka datang dari berbagai organisasi dan latar belakang, termasuk pedagang, petani, serta kelompok pendukung Prabowo, serta kader dan simpatisan Partai Gerindra.

Aksi itu digelar untuk mengawal rangkaian agenda kenegaraan Presiden, mulai dari Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI pada pagi hari hingga penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan pada sore hari.

Massa baru berangsur meninggalkan lokasi setelah kendaraan Presiden melewati barisan masyarakat yang berjejer di sepanjang Jalan Gerbang Pemuda. Sebelum rombongan Prabowo melintas, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih terlebih dahulu melewati kawasan tersebut secara bergantian.

Koordinator Aksi Jaga dan Bela Prabowo, Aiman Adnan, mengatakan kehadiran massa merupakan bentuk dukungan masyarakat dalam menjaga mandat rakyat yang diemban Presiden Prabowo.

“Jadi hari ini kami dari berbagai instrumen, dari berbagai organisasi turun ke jalan untuk memastikan menjaga mandat rakyat,” kata Aiman.

Menurutnya, menjaga pemerintahan Presiden Prabowo memiliki arti yang sama dengan menjaga kepentingan Indonesia. Ia menilai arah kebijakan yang dijalankan pemerintah telah sejalan dengan amanat konstitusi.

“Jadi kami turun ke sini untuk menjaga mandat rakyat. Kami jaga Prabowo, sama artinya dengan menjaga Indonesia. Kita tahu, hari ini apa yang dilakukan Bapak Prabowo telah sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945,” ujarnya.

Aiman menjelaskan, aksi damai itu juga bertujuan memberikan dukungan moral agar Presiden semakin bersemangat menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Itulah yang ingin kami jaga. Kami ingin menyemangati Bapak Prabowo. Kami ingin memastikan semangat Bapak Prabowo berlipat ganda untuk menjaga kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

Melalui aksi tersebut, massa ingin menyampaikan pesan bahwa Presiden dan pemerintahannya tidak berjalan sendiri. Aiman menyebut masyarakat siap memberikan dukungan agar Indonesia mampu berdiri di atas kekuatannya sendiri.

“Oleh karena itu, kami turun ke jalan menyemangati. Kami ingin memberi pesan bahwa Bapak Prabowo tidak sendirian. Bapak Prabowo bersama pemerintahnya tidak sendirian,” ucap Aiman.

“Kami, rakyat Indonesia, terus mendukung beliau untuk memastikan bahwa negara ini bisa berdiri di atas kaki sendiri,” lanjutnya.

Dukungan massa, kata Aiman, juga diarahkan terhadap berbagai program pemerintahan Prabowo yang dinilai menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia menyebut Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, dan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari kebijakan pro rakyat yang perlu dikawal.

“Kami mendukung segala program Bapak Prabowo, mulai dari Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, Sekolah Rakyat, semua prorakyat. Dan kami sampaikan kepada siapapun yang ingin merongrong, ingin merongrong pemerintahan bahwa kami bersama Bapak Prabowo akan siap melawan,” tegasnya.

Di tengah aksi tersebut, Aiman turut mengajak masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi provokatif, terutama yang disebarkan melalui media sosial. Ia meminta publik menjaga persatuan dan tidak terpecah oleh kepentingan pihak-pihak tertentu.

“Kami juga ingin menyampaikan kenapa kami turun ke jalan, bahwa kami ingin memberi pesan Bapak Ibu untuk tidak mudah terprovokasi. Kepada rakyat Indonesia jangan mau diprovokasi. Sekarang ini para mafia, para cukong yang terganggu bisnisnya, yang terganggu curiannya berusaha untuk memprovokasi bangsa melalui sosial media dan sebagainya,” katanya.

Ia menilai upaya menjaga persatuan bangsa tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat juga perlu terlibat, bergabung, dan bersatu untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Maka ini harus kita lawan sama-sama. Kita tidak bisa membiarkan pemerintah sendiri. Kita harus bergabung, bersatu, menjaga persatuan negara, kesatuan Republik Indonesia,” ujar Aiman.

Aiman memperkirakan hampir 30 ribu orang mengikuti aksi damai tersebut. Jumlah itu berasal dari berbagai kelompok yang berkumpul untuk menyuarakan dukungan kepada Presiden Prabowo.

“Massa hari ini kami saja ini hampir 10 ribu. Jadi total mungkin kurang lebih hampir 30 ribu orang turun ke jalan untuk bersama-sama, bersatu padu, menyuarakan pesan-pesan bahwa Bapak Prabowo tidak sendirian, menjaga Prabowo sama dengan menjaga Indonesia,” pungkasnya.

Presiden Republik indonesia Prabowo # Media Budaya Indonesia. Com#Seputar Jakut. Com

Komentar

0 Komentar